A. Tokoh Film
1. John Nash
Seorang
matematikawan Amerika Serikat. Nash adalah seorang yang jenius yang juga
berhasil menciptakan konsep ekonomi, teori yang diciptakan oleh Nash ini
bertentangan dengan teori Adam Smith. Konsep inilah yang pada akhirnya
mengantarkannya meraih gelar doktor, dan sekaligus membuat Nash diterima untuk
menjadi peneliti dan pengajar di MIT. Berotak jenius, pendiam, tertutup,
selalu merasa bahwa semua orang tidak menyukainya. Sampai dia memecahkan kode
rahasia untuk wheeler dan jatuh cinta pada muridnya sendiri.
2. Alicia
Larde
Seorang
mahasiswi di kelas Nash yang berhasil menarik perhatian Nash. Melalui Alicia,
Nash bisa menemukan cinta dan membuat hidupnya lebih berarti. Nash dan Alicia
akhirnya menikah.
B. Analisa
Keperibadian
1. Menurut
Aliran Fungsionalisme
Fungsionalisme
sendiri mengamati apa yang terjadi, apa yang menjadi tujuan dan mempelajari
fungsi tingkah laku psikologis seseorang. Didalam film ini dari sudut pandang
fungsionalisme, john nash akhirnya diketahui menderita gangguan psikologis
schizoprenia paranoid dari segala tingkah lakunya. Sebagai contoh saat
halusinasi john nash akan mata-mata rusia yang selalu mengancam kehidupanya
dengan alicia (istrinya) yang sedang hamil semakin memuncak dan akhirnya alicia yang mulai menangkap
keanehan tingkah laku suaminya yang semakin lama semakin aneh, maka alicia
memutuskan menghubungi rumas sakit jiwa.
2. Menurut Aliran
Psikoanalisis
Menurut
teori Id, Ego, Super Ego oleh Sigmund Freud:
a. Id
Sistem kepribadian
yang asli dibawa sejak lahir. id berisi semua aspek psikologi yang
diturunkan sperti insting, impulus dan drives. Id berada dan berpontensi dalam
daerah Unconscious, mewakili subyektifitas yang tidak pernah
disadari sepanjang usia. Id
berhubungan erat pada peroses fisik untuk memperoleh energi psikis yang
digunakan untuk mengoperasikan sistem dari struktur kepribadian lainnya. Gejala yang dapat dilihat pada film ini tokoh utama yaitu John Nash memang sudah
berlahusinasi sejak muda dikarenakan sebuah ketegangan/ tekanan akan masalah
perkuliahan yang dialaminya di princeton dimana rata-rata semua temanya telah
mengajukan naskah dan John Nash belum juga mengajukan naskanya. Dibagian cerita
John Nash tertekan karena belum mengajukan naskahnya memebennturkan kepalanya
pada jendela dan munculnya tokoh dalam halusinasninya Charles Heman yang
diketahui sebagai teman sekamarnya. Masalah tersebut dijelaskan oleh Freud
dengan salah satu teorinya yaitu id beroperasi dengan prinsip kenikmatan;
berusaha mengurangi atau menghilangkan tegangan; mengembalikan energi ketingkat
yang rendah. Pleasure principle diproses dengan dua cara, tindakan refeleks (reflex
actions) dan proses primer (primary process). Proses primer
adalah rekasi membayangkan/menghayalkan sesuatu yang dapat mengurangi atau
menghilangkan tegangan-dipakai untuk menangani stimulus kompleks. Disituati
Unconscious ( Isi dan atau materi ketidaksadaran itu memiliki
kecenderungan kuat untuk bertahan terus dalam ketidakasdaran, pengeruhnya dalam
mengatur tingkah laku sangat kuat namun tetap tidak disadari). Jadi halusinasi
yang dialami John Nash saat itu adalah sebuah peroses menghilangka ketegangan
dengan memperoleh kenikmatan dari halusinansi tersebut.
b. Ego
Ego berkembang dari
Id agar orang mampu mengenali realita,sehingga ego beroperasi mengukuti
perinsip realita (reality Principle), usaha memperoleh kepuasan
yang dituntut id dengan mencegah terjadinya tegangan baru atau menunda
terjadinya kenikmatan sampai deitemukannya objek yang nyata – nyata dapat
memuaskan kebutuhan. Prinsip realita itu deikerjakan oleh proses skunder (secondary
process), yakni berfikir realistik. Dari cara kerjanya dapat difahami
sebagian besar daerah operasi ego berada di kesadaran (conscious, Isi dari
hasil daerah sadar itu merupakan hasil proses penyaringan yang diatur oleh
stimulus atau cue-eksternal. Isi-isi dari kesadaran itu hanya bertahan dalam
waktu yang singkat di daerah conscious, dan segera tertekan kedaerah perconscious
atau unconscious, begitu orang memindah perhatiannya ke cue yang lain),
namun ada sebagian kecil ego beroperasi didaerah prasdar dan daerah taksadar.
Dalam film ini diperlihatkan pada masa dimana setelah beberapa bulan John Nash
mendapat pengobatan dari rumah sakit jiwa dan harus rutin mengonsumsi obat
psikotrapis, namun sampai suatu ketika John Nash berhenti meminum obat dikarena
menekan reaksi-reaksi tertentu, sampai dimana halusinasi-halusinasi itu muncul
kembali. Hingga alicia (istrinya) mengetahui bahwa John kambuh kembali dan
disituasi yang makin mencekam John tidak dapat mengendalikan halusinasinya dan
realita. Sampai dimana semua tokoh dalam halusinasinya bermunculan dan
menyadari Marcee (keponakan dari Charles;tokoh halusinasi) tidak tumbuh besar
(menua). Jadi dalam teori ini freud menjelaskan bahwa id
dan ego saling berhubungan, dalam film ini pun John dapan menumbuhkan kesadaranya
pada saat halusinasinya memuncah.
c. Super Ego
Superego adalah
moral dan etik dari kepribadian , yang beroperasi memakai prinsip
idealistik (idealistik principle) sebagai lawan dari perinsip
kepuasan id dan perinsip realistik dari ego. Sama dengan ego, superego
beroperasi di daerah kesadaran. Nemun berbeda dengan ego, dia tidak punya
kontak dengan dunia luar (sama dengan id) sehingga kebutuhan kesempurnaan yang
diperjuangkannya tidak realistik (id tidak realistik dalam memperjuangkan
kenikmatan). Superego pada hakikatnya mewakili elemen-elemen yang mewakili
mengenai standar sosial, larangan atau perintah. yang berisi apa saja
yang tidak boleh di lakukan. Apapun yang disetujui , dihadiai dan dipuji oleh
orang akan diterima menjadi standar kesempurnaan atau ego ideal, yang berisi
apa saja yang harus dilakukan. Proses mengembangakan konsensia dan ego idela,
yang berarti menerima standar salah dan benar itu disebut introyeksi (introjection).
Pada film John yang terkenal jenius dan selalu mangkir dari kelas karena alasan
bahwa kelas dapat menghambat potensi alami seseorang, itu menunjukan bahwa john
ingi mmenunjukan standar sosialnya akan kejeniusan yang ia miliki. Dari situ
pula muncul beberapa waham seperti Waham Kejar (delusion of persecution), Waham
Kebesaran (delusion of grandeur), Waham Pengaruh (delusion of influence).
Menurut teori Carl G. Jung:
a.
Sistem ego
Adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi –
persepsi, ingatan – ingatan, pikiran – pikiran dan perasaan – perasaan sadar.
Ego melahirkan perasaan identitas dan kontinuitas seseorang, dan dari segi
pandangan sang pribadi, ego dipandang berada pada kesadaran.
b. Sistem ketidaksadaran pribadi
Ketidaksadaran
pribadi terdiri dari pengalaman – pengalaman yang pernah sadar tetapi kemudian
direpresikan, disupresikan, dilupakan atau diabaikan serta pengalaman –
pengalaman yang terlalu lemah untuk menciptakan kesan sadar pada sang pribadi.
Isi dari ketidaksadaran pribadi, seperti isi bahan prasadar pada konsep Freud,
dapat menjadi sadar dan berlangsung banyak hubungan 2 arah antara
ketidaksadaran pribadi dan ego.
c. Pesona
Pesona
dibutuhkan untuk survival membantu diri mengontrol perasaan,pikiran dan tingkah
laku. Tujuannya adalah menciptakan kesan tertentu pada orang lain dan sering
juga menyembunyikan hakekat pribadi yang sebenarnya. Pada film ini john tidak
meunjukan gejala menyembunyikan kepribadiannya dan hanya berkonsentrasi pada
halusinasinya
d. Anima dan Animus
Pada
dasarnya biseks. Begitu pula dalam kepribadian,ada arseptip feminim dalam
kepribadian pria yg disebut anima. Dan arseptip maskulin dalam
kepribadian wanita disebut animus. John tikan menujukan kearah ini.
Sikap
jiwa menurut Jung adalah arah enerji psikis (libido) yang menjelma dalam bentuk
orientasi manusia terhadap dunianya. Sikap jiwa dibedakan menjadi :
1. Sikap
Ekstrovert
·
Libido mengalir
keluar
·
Minatnya terhadap
situasi sosial akut
·
Suka bersgaul, ramah
dan cepat menyesuaikan diri
·
Dapat menjalin
hubungan baik dengan orang lain meskipun ketika ada masalah
2. Sikap Introvert
·
Libido mengalir ke
dalam, terpusat pada faktor- faktor subjektif
·
Cenderung menarik
diri dari lingkungan
·
Lemah dalam
penyesuaian sosial, tertutup
·
Lebih menyukai
kegiatan dalam rumah
Pada kajian ini John
Nash cenderung memiliki kepribadian introvert, dalam penggalan film ada dialog
seperti ini “Aku tak terlalu suka berhubungan dengan
orang dan rasanya tak ada orang yang menyukaiku.” Dari situ menunjukan bahwa
Nash memang tidak mempunyai ketertarikan di lingkungan sosialnya untuk membaur
dengan teman-temannya yang lain. Selain itu, Nash juga lebih memilih untuk
menyendiri di perpustakaan atau di kamar asramanya, yang tak lain ia lakukan
agar dia dapat menemukan konsep teori yang baru dari beberapa percobaan yang
dia lakukan.
Fungsi jiwa menurut Jung adalah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teoritis tetap meskipun lingkungannya berbeda-beda. Fungsi jiwa dibedakan menjadi dua :
3. Fungsi jiwa Rasional, yaitu fungsi jiwa yang bekerja
dengan penilaian dan terdiri dari :
·
Pikiran : menilai
benar atau salah
·
Perasaan : menilai
menyenangkan atau tidak menyenangkan
4. Fungsi jiwa
yang irasional, yaitu bekerja tanpa penilaian dan terdiri dari:
·
Penginderaan : sadar
inderawi
·
Intuisi : tak sadar naluriah
Menurut Jung pada
dasarnya setiap individu memiliki keempat fungsi jiwa tersebut, tetapi biasanya
hanya salah satu fungsi saja yang berkembang atau dominan. Fungsi jiwa yang
berkembang paling meonjol tersebut merupakan fungsi superior dan menentukan
tipe individu yang bersangkutan.
Pada kajian ini
berkaitan dengan kejiwaan John yang tergangu karena adanya halusinasi fungsi
jiwa irasionalnnya pada pengindraan, john sadar kan inderawi terkait
halusinasinya dengan tokoh-tokoh halusinasinya dan juga fungsi jiwa
rasionalnya tentang perasaan dan
pikiran yang masih berjana sesuai realita, seperti seang saat setelah
pernikahan , dan juga tidak menyenangkan saat halusinasi soal mata-mata yang
mengnintainya.
3. Behaviorisme
Behaviorisme atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif
Belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme
termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan dapat dan harus dianggap sebagai
perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan
secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak
hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus
memiliki dasar yang bisa diamati tetapi tidak ada perbedaan antara proses yang
dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati
secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan). Dari sudut pandang behaviorisme
didalam film ini diketahuinya John Nash memiliki ganguan psikologis dari
peroses-peroses yang dijelaskan pada teori ini, dari melihat
kejanggalan-kejanggalan segala tindakan yang dilakukan John Nash. Seperti,
dimana alicia mengetahui bahwa pekerjaan yang selama ini dikerjakan dan selalu
ditutupi oleh John Nash adalah hanya halusinasi saja. Saat John Nash berbicara
dengan Parcher di laboratorium Wheleer dan dilihat
secara tidak sengaja oleh Sol (rekan kerjanya).