Selasa, 31 Oktober 2017

Review Film Beautiful Mind Menurut Sudut Pandang Psikologi



A.      Tokoh Film
1.      John Nash
Seorang matematikawan Amerika Serikat. Nash adalah seorang yang jenius yang juga berhasil menciptakan konsep ekonomi, teori yang diciptakan oleh Nash ini bertentangan dengan teori Adam Smith. Konsep inilah yang pada akhirnya mengantarkannya meraih gelar doktor, dan sekaligus membuat Nash diterima untuk menjadi peneliti dan pengajar di MIT. Berotak jenius, pendiam, tertutup, selalu merasa bahwa semua orang tidak menyukainya. Sampai dia memecahkan kode rahasia untuk wheeler dan jatuh cinta pada muridnya sendiri.
2.      Alicia Larde
Seorang mahasiswi di kelas Nash yang berhasil menarik perhatian Nash. Melalui Alicia, Nash bisa menemukan cinta dan membuat hidupnya lebih berarti. Nash dan Alicia akhirnya menikah. 

B.      Analisa Keperibadian
1.      Menurut Aliran Fungsionalisme
Fungsionalisme sendiri mengamati apa yang terjadi, apa yang menjadi tujuan dan mempelajari fungsi tingkah laku psikologis seseorang. Didalam film ini dari sudut pandang fungsionalisme, john nash akhirnya diketahui menderita gangguan psikologis schizoprenia paranoid dari segala tingkah lakunya. Sebagai contoh saat halusinasi john nash akan mata-mata rusia yang selalu mengancam kehidupanya dengan alicia (istrinya) yang sedang hamil semakin memuncak  dan akhirnya alicia yang mulai menangkap keanehan tingkah laku suaminya yang semakin lama semakin aneh, maka alicia memutuskan menghubungi rumas sakit jiwa.
2.      Menurut Aliran Psikoanalisis
Menurut teori Id, Ego, Super Ego oleh Sigmund Freud:
a.      Id
Sistem kepribadian yang asli dibawa sejak lahir. id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan sperti insting, impulus dan drives. Id berada dan berpontensi dalam daerah Unconscious, mewakili subyektifitas yang tidak pernah disadari sepanjang usia. Id berhubungan erat pada peroses fisik untuk memperoleh energi psikis yang digunakan untuk mengoperasikan sistem dari struktur kepribadian lainnya. Gejala yang dapat dilihat pada film ini  tokoh utama yaitu John Nash memang sudah berlahusinasi sejak muda dikarenakan sebuah ketegangan/ tekanan akan masalah perkuliahan yang dialaminya di princeton dimana rata-rata semua temanya telah mengajukan naskah dan John Nash belum juga mengajukan naskanya. Dibagian cerita John Nash tertekan karena belum mengajukan naskahnya memebennturkan kepalanya pada jendela dan munculnya tokoh dalam halusinasninya Charles Heman yang diketahui sebagai teman sekamarnya. Masalah tersebut dijelaskan oleh Freud dengan salah satu teorinya yaitu  id beroperasi dengan prinsip kenikmatan; berusaha mengurangi atau menghilangkan tegangan; mengembalikan energi ketingkat yang rendah. Pleasure principle diproses dengan dua cara, tindakan refeleks (reflex actions) dan proses primer (primary process). Proses primer adalah rekasi membayangkan/menghayalkan sesuatu yang dapat mengurangi atau menghilangkan tegangan-dipakai untuk menangani stimulus kompleks. Disituati  Unconscious ( Isi dan atau materi ketidaksadaran itu memiliki kecenderungan kuat untuk bertahan terus dalam ketidakasdaran, pengeruhnya dalam mengatur tingkah laku sangat kuat namun tetap tidak disadari). Jadi halusinasi yang dialami John Nash saat itu adalah sebuah peroses menghilangka ketegangan dengan memperoleh kenikmatan dari halusinansi tersebut.
b.      Ego
Ego berkembang dari Id agar orang mampu mengenali realita,sehingga ego beroperasi mengukuti perinsip realita (reality Principle), usaha memperoleh kepuasan yang dituntut id dengan mencegah terjadinya tegangan baru atau menunda terjadinya kenikmatan sampai deitemukannya objek yang nyata – nyata dapat memuaskan kebutuhan. Prinsip realita itu deikerjakan oleh proses skunder (secondary process), yakni berfikir realistik. Dari cara kerjanya dapat difahami sebagian besar daerah operasi ego berada di kesadaran (conscious, Isi dari hasil daerah sadar itu merupakan hasil proses penyaringan yang diatur oleh stimulus atau cue-eksternal. Isi-isi dari kesadaran itu hanya bertahan dalam waktu yang singkat di daerah conscious, dan segera tertekan kedaerah perconscious atau unconscious, begitu orang memindah perhatiannya ke cue yang lain), namun ada sebagian kecil ego beroperasi didaerah prasdar dan daerah taksadar. Dalam film ini diperlihatkan pada masa dimana setelah beberapa bulan John Nash mendapat pengobatan dari rumah sakit jiwa dan harus rutin mengonsumsi obat psikotrapis, namun sampai suatu ketika John Nash berhenti meminum obat dikarena menekan reaksi-reaksi tertentu, sampai dimana halusinasi-halusinasi itu muncul kembali. Hingga alicia (istrinya) mengetahui bahwa John kambuh kembali dan disituasi yang makin mencekam John tidak dapat mengendalikan halusinasinya dan realita. Sampai dimana semua tokoh dalam halusinasinya bermunculan dan menyadari Marcee (keponakan dari Charles;tokoh halusinasi) tidak tumbuh besar (menua). Jadi dalam teori ini freud menjelaskan bahwa id dan ego saling berhubungan, dalam film ini pun John dapan menumbuhkan kesadaranya pada saat halusinasinya memuncah.



c.       Super Ego
Superego adalah moral dan etik dari kepribadian , yang beroperasi memakai prinsip idealistik (idealistik principle) sebagai lawan dari perinsip kepuasan id dan perinsip realistik dari ego. Sama dengan ego, superego beroperasi di daerah kesadaran. Nemun berbeda dengan ego, dia tidak punya kontak dengan dunia luar (sama dengan id) sehingga kebutuhan kesempurnaan yang diperjuangkannya tidak realistik (id tidak realistik dalam memperjuangkan kenikmatan). Superego pada hakikatnya mewakili elemen-elemen yang mewakili mengenai standar sosial,  larangan atau perintah. yang berisi apa saja yang tidak boleh di lakukan. Apapun yang disetujui , dihadiai dan dipuji oleh orang akan diterima menjadi standar kesempurnaan atau ego ideal, yang berisi apa saja yang harus dilakukan. Proses mengembangakan konsensia dan ego idela, yang berarti menerima standar salah dan benar itu disebut introyeksi (introjection). Pada film John yang terkenal jenius dan selalu mangkir dari kelas karena alasan bahwa kelas dapat menghambat potensi alami seseorang, itu menunjukan bahwa john ingi mmenunjukan standar sosialnya akan kejeniusan yang ia miliki. Dari situ pula muncul beberapa waham seperti Waham Kejar (delusion of persecution),  Waham Kebesaran (delusion of grandeur),  Waham Pengaruh (delusion of influence).

Menurut teori Carl G. Jung:
a.      Sistem ego
Adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi – persepsi, ingatan – ingatan, pikiran – pikiran dan perasaan – perasaan sadar. Ego melahirkan perasaan identitas dan kontinuitas seseorang, dan dari segi pandangan sang pribadi, ego dipandang berada pada kesadaran.
b.      Sistem ketidaksadaran pribadi
Ketidaksadaran pribadi terdiri dari pengalaman – pengalaman yang pernah sadar tetapi kemudian direpresikan, disupresikan, dilupakan atau diabaikan serta pengalaman – pengalaman yang terlalu lemah untuk menciptakan kesan sadar pada sang pribadi. Isi dari ketidaksadaran pribadi, seperti isi bahan prasadar pada konsep Freud, dapat menjadi sadar dan berlangsung banyak hubungan 2 arah antara ketidaksadaran pribadi dan ego.
c.       Pesona
Pesona dibutuhkan untuk survival membantu diri mengontrol perasaan,pikiran dan tingkah laku. Tujuannya adalah menciptakan kesan tertentu pada orang lain dan sering juga menyembunyikan hakekat pribadi yang sebenarnya. Pada film ini john tidak meunjukan gejala menyembunyikan kepribadiannya dan hanya berkonsentrasi pada halusinasinya
d.      Anima dan Animus
Pada dasarnya biseks. Begitu pula dalam kepribadian,ada arseptip feminim dalam kepribadian pria yg disebut anima. Dan arseptip maskulin dalam kepribadian wanita disebut animus. John tikan menujukan kearah ini.

Sikap jiwa menurut Jung adalah arah enerji psikis (libido) yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya. Sikap jiwa dibedakan menjadi :
1.       Sikap Ekstrovert
·         Libido mengalir keluar
·         Minatnya terhadap situasi sosial akut
·         Suka bersgaul, ramah dan cepat menyesuaikan diri
·         Dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain meskipun ketika ada masalah
2.      Sikap Introvert
·         Libido mengalir ke dalam, terpusat pada faktor- faktor subjektif
·         Cenderung menarik diri dari lingkungan
·         Lemah dalam penyesuaian sosial, tertutup
·         Lebih menyukai kegiatan dalam rumah
Pada kajian ini John Nash cenderung memiliki kepribadian introvert, dalam penggalan film ada dialog seperti ini  “Aku tak terlalu suka berhubungan dengan orang dan rasanya tak ada orang yang menyukaiku.” Dari situ menunjukan bahwa Nash memang tidak mempunyai ketertarikan di lingkungan sosialnya untuk membaur dengan teman-temannya yang lain. Selain itu, Nash juga lebih memilih untuk menyendiri di perpustakaan atau di kamar asramanya, yang tak lain ia lakukan agar dia dapat menemukan konsep teori yang baru dari beberapa percobaan yang dia lakukan.

Fungsi jiwa menurut Jung adalah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teoritis tetap meskipun lingkungannya berbeda-beda. Fungsi jiwa dibedakan menjadi dua :
3.      Fungsi jiwa Rasional, yaitu fungsi jiwa yang bekerja dengan penilaian dan terdiri dari :
·         Pikiran : menilai benar atau salah
·         Perasaan : menilai menyenangkan atau tidak menyenangkan
4.       Fungsi jiwa yang irasional, yaitu bekerja tanpa penilaian dan terdiri dari:
·         Penginderaan : sadar inderawi
·         Intuisi : tak sadar naluriah
Menurut Jung pada dasarnya setiap individu memiliki keempat fungsi jiwa tersebut, tetapi biasanya hanya salah satu fungsi saja yang berkembang atau dominan. Fungsi jiwa yang berkembang paling meonjol tersebut merupakan fungsi superior dan menentukan tipe individu yang bersangkutan.
Pada kajian ini berkaitan dengan kejiwaan John yang tergangu karena adanya halusinasi fungsi jiwa irasionalnnya pada pengindraan, john sadar kan inderawi terkait halusinasinya dengan tokoh-tokoh halusinasinya dan juga fungsi jiwa rasionalnya  tentang  perasaan dan  pikiran yang masih berjana sesuai realita, seperti seang saat setelah pernikahan , dan juga tidak menyenangkan saat halusinasi soal mata-mata yang mengnintainya.

3.      Behaviorisme
Behaviorisme atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan dapat dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus memiliki dasar yang bisa diamati tetapi tidak ada perbedaan antara proses yang dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan). Dari sudut pandang behaviorisme didalam film ini diketahuinya John Nash memiliki ganguan psikologis dari peroses-peroses yang dijelaskan pada teori ini, dari melihat kejanggalan-kejanggalan segala tindakan yang dilakukan John Nash. Seperti, dimana alicia mengetahui bahwa pekerjaan yang selama ini dikerjakan dan selalu ditutupi oleh John Nash adalah hanya halusinasi saja. Saat John Nash berbicara dengan Parcher di laboratorium Wheleer dan dilihat secara tidak sengaja oleh Sol (rekan kerjanya).






Tidak ada komentar:

Posting Komentar